Kamis, 02 Januari 2014
Teknik Analisis Meramalkan Kas Perusahaan
Pengertian
Teknik
analisis meramalkan kas perusahaan adalah teknik untuk mengetahui keadaan sehat
atau tidaknya kas pada perusahaan di masa mendatang ataupun sekarang.
Keuangan
perusahaan memiliki tiga motif yang berbeda di antaranya:
1. Divestasi
Perusahaan
memiliki beberapa motif untuk divestasi:
a. Pertama,
sebuah perusahaan akan melakukan divestasi (menjual) bisnis yang bukan
merupakan bagian dari bidang operasional utamanya sehingga perusahaan tersebut
dapat berfokus pada area bisnis terbaik yang dapat dilakukannya.
b. Motif
kedua untuk divestasi adalah untuk memperoleh keuntungan.Divestasi menghasilkan
keuntungan yang lebih baik bagi perusahaan karena divestasi merupakan usaha
untuk menjual bisnis agar dapat memperoleh uang.
c. Motif
ketiga bagi divestasi adalah kadang-kadang dipercayai bahwa nilai perusahaan
yang telah melakukan divestasi (menjual bisnis tertentu mereka) lebih tinggi
daripada nilai perusahaan sebelum melakukan divestasi.
d. Motif
keempat untuk divestasi adalah unit bisnis tersebut tidak menguntungkan lagi.
Semakin jauhnya unit bisnis yang dijalankan dari core competence perusahaan,
maka kemungkinan gagal dalam operasionalnya semakin besar.
2. Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu
Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (Bahasa Inggris: Rights Issue) atau disingkat
HMETD dalam pasar modal Indonesia adalah hak yang diperoleh para pemegang saham
yang namanya telah terdaftar dalam daftar pemegang saham suatu perseroan
terbatas untuk menerima penawaran terlebih dahulu apabila perusahaan sedang
menjalani proses emisi atau pengeluaran saham-saham dari saham portopel atau
saham simpanan. Hak tersebut diberikan dalam jangka waktu 14 hari terhitung
sejak tanggal penawaran dilakukan dan jumlah yang berhak diambil seimbang dengan
jumlah saham yang mereka miliki secara proporsional.
3. Kebangkrutan
Kebangkrutan
adalah ketidakmampuan yang dinyatakan secara legal oleh individu atau
organisasi untuk membayar kreditur mereka.
2. ESTIMASI PENJUALAN
Peramalan
penjualan, yaitu merupakan ramalan unit dan nilai uang penjualan suatu
perusahaan. Penyusunan perencanaan keuangan apabila disajikan dengan benar,
maka informasi tersebut akan berguna bagi pihak manajemen perusahaan dalam
rangka pengembangan usaha yang dilakukan. Apabila perencanaan keuangan
dilakukan secara tepat maka pihak manajemen perusahaan mampu untuk berusaha
secara maksimal dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
3. ESTIMASI PRODUKSI
Biaya
produksi atau Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured) merupakan
kumpulan dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan mengolah bahan
baku sampai menjadi bahan jadi.
Biaya-biaya
tersebut terdiri dari:
a) Biaya
Bahan Baku (BBB)
b) Biaya
Tenaga Kerja Langsung (BTKL)
c) Biaya
Overhead Pabrik (BOP)
4. ESTIMASI PEMBELIAN BARANG LANGSUNG
adalah
pembelian barang secara langsung, baik berupa langsung maupun sistem online.
Estimatis ini sangat menguntungkan bagi penjual maupun pembeli. Karena penjual
bisa memprodukan barang daganganya dengan cara sistem online, dan si pembeli
juga dapat lebih menghuntungkan dan menghematkan. Karena pembeli tidak perlu
meluangkan waktu yang lama untuk datang dan pergi ke sana. Cukup hanya dengan
berada di depan komputer dan memilih barang mana yang akan di belinya. Lalu
mentransferkan jumlah uang yang sudah tertera, dengan cara seperti itu pihak
pembeli maupun pihak penjual dapat memperolehkan keuntungan.
5. ESTIMASI PEMAKAIAN BAHAN LANGSUNG
Biaya
yang dikeluarkan untuk membiayai bahan baku pembantu dan penunjang produksi.
Berdasarkan harga pokok standar menunjukan bahwa satu unit bahan baku langsung
dibutuhkan untuk menyelesaikan satu unit produk jadi. Harga yang digunakan sama
dengan harga yang dibeli.
6. UPAH LANGSUNG
Upah
langsung adalah upah yang di berikan atasan atau manajer tanpa atau lewat
perantara, upah ini di berikan langsung kepada orangnya langsung ataua kepada
karyawan itu sendiri. tidak di lakukan dengan sistem kartu kredit.
7. ESTIMASI BEBAN FABRIKASE
Adalah
estimasi yang menjelaskan tentang beban pabrikasi.
8. ESTIMASI HARGA POKOK PENJUALAN
HPP
adalah biaya yang masuk ke dalam menciptakan produk yang menjual perusahaan,
sehingga biaya hanya dimasukkan dalam mengukur adalah mereka yang secara
langsung terkait dengan produksi produk. HPP = anggaran bahan baku digunakan +
angaran Biaya tenaga kerja langsung + anggaran biaya overhead pabrik +
persedian produk jadi awal – persedian produk jadi akhir.
9. ESTIMASI BEBAN PENJUALAN
Adalah
beban si penjual karena terdapat beberapa faktor yang membuat perusahaan atau
si penjual oleh pihak-pihak tertentu. Misalkan beban pajak, kerusakan
barang-barang, apapun yang membuat perusahaan menjadi beban.
10. ESTIMASI BEBAN ADMINISTRASI
Beban
administrasi perusahaan yang fokus dari kepentingan politik pada saat ini.
Badan Penelitian Eim estimasi total biaya administrasi di sektor pekerjaan
sementara.
11. ESTIMASI LABA RUGI
adalah
laporan keuangan suatu perusahan yang menunjukan keuntungan atau kerugian. di
mana semua laporan keuangan di tunjukan pada estimasi ini, karena dengan
estimasi ini perusahaan ini bisa mengetahui apakah perusahaan ini mendapatkan
keuntungan atau laba ataupun memperoleh kerugian.
12. ESTIMASI KAS
adalah
laporan keuangan yang menunjukan berapa uang yang di punyai oleh perusahaan
itu, karena dengan adanya kas perusahaan dapat mengetahui berapa jumlah uang
atau kas yang ada.apakah perusahan tersebut memperoleh keuntungan atau kenaikan
kas atau bahkan memperoleh penurunan kas.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Keuangan_perusahaan
http://daamharization.blogspot.com/2012/01/teknik-analisis-meramalkan-kas.html#!/2012/01/teknik-analisis-meramalkan-kas.html
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar